Dunia pariwisata sedang babak belur dihajar oleh suatu wabah yang kita kenal bernama COVID-19 (Coronavirus Disease - 2019). Berbagai sektor pariwisata, khususnya di Yogyakarta mengalami penurunan kunjungan yang sangat signifikan. Terlebih, sejak ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Corona oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada hari Jum'at (20/3) kemarin, melalui Keputusan Gubernur DIY, No 65/Kep/2020, Yogyakarta seakan semakin 'tertutup' untuk para wisatawan.


Yunika Tour kali ini bantu untuk merangkum perkembangan terakhir terkait kondisi apa saja yang terjadi di Yogyakarta setelah wabah Corona menjangkiti "Kota Seribu Angkringan" ini. Yuk cek 5 update terbarunya:


1. Masuk Zona Merah

Disadur dari akun media sosial resmi Humas Pemda DIY @humasjogja, berdasar data RS Rujukan COVID19 di wilayah DIY per Minggu (22/03) pukul 16.00, ada 76 orang/pasien yang sudah diperika terkait infeksi virus Corona. Dari jumlah tersebut, 5 orang dinyatakan positif, 20 orang dinyatakan negatif, 1 orang dinyatakan sembuh, 2 orang dinyatakan meninggal (pasien PDP yang masih menunggu hasil lab), 51 orang lainnya menunggu hasil uji laboratorium (Pusat dan DIY).


2. Obyek Wisata Tutup

Dilansir TIC (Tourism Information Center) Dinas Pariwisata Jogja, berikut beberapa daftar objek daya tarik wisata (ODTW) di Jogja yang ditutup karena corona:

Benteng Vredeburg (16-30 Maret 2020), Museum Perjuangan (16-30 Maret 2020), Museum Sandi (16 maret - batas waktu belum ditentukan), Museum Besar Sudirman (16 maret - batas waktu belum ditentukan), Museum TNI AD Dharma Wiratama (16 maret - batas waktu belum ditentukan), Istana Kepresidenan (16 maret - batas waktu belum ditentukan), Museum Biologi (16-30 Maret 2020), Museum Bahari (16-30 Maret 2020).


3. Malioboro Tetap Buka

Berdasarkan pantauan tim Yunika Tour, kawasan Malioboro dari ujung utara (Pedestrian) hingga ke selatan arah Pasar Beringharjo, masih terlihat aktifitas pedagang kaki lima di sepanjang trotoar Malioboro. Meskipun begitu, lalu lalang dan riuh wisatawan tidak terlihat ramai dan cenderung lengang. Terlebih jika menilik ke area Taman Parkir Abu Bakar Ali maupun Taman Parkir Senopati, terlihat tidak adanya bus atau kendaraan yang parkir di area tersebut pada jam-jam kunjungan ke Maliboro (red: sore - malam hari).


4. Yogya Belum Lockdown, Tapi Calm Down

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sejumlah pesan dalam "Sapa Aruh" (pidato sapaan) terkait pandemi Virus Corona atau COVID-19 hari ini. Dari sejumlah pesan yang disampaikan Sri Sultan HB X, di antaranya soal DIY yang belum menerapkan lockdown. "Karena itu strategi mitigasi bencana non-alam ini, DIY belum menerapkan lockdown," ujar Sultan HB X di kompleks Kepatihan DIY, Kota Yogyakarta, Senin (23/3/2020).


5. Lodeh 7 Warna

Yogyakarta yang kita ketahui masih menjunjung tinggi kebudayaan serta peninggalan-peninggalan orang tua terdahulu. Tidak terkecuali pada kondisi yang terjadi saat ini, masyarakat Yogyakarta mempunyai cara yang unik dalam menyikapi pagebluk (wabah penyakit) yaitu dengan cara memasak sayur lodeh dengan 7 macam sayur (red: Lodeh 7 Warna). Sayur tolak bala ini berisi bahan sayur lodeh di antaranya kacang panjang, daun melinjo, kulit melinjo atau daun so, terong, kluwih, waluh atau labu, tempe dan labu siam. Menurut kepercayaan warga Yogyakarta, hal tersebut berdasar dari Raja Jogja sebelumnya, Sultan HB IX, yang mana dahulu meminta warganya memasak sayur ini saat menghadapi wabah penyakit.


Mari bersama-sama berjuang melawan wabah virus Corona ini. Dimulai dari anjuran pemerintah untuk #DirumahAja dan menerapkan Social Distancing, kita semua berharap bahwa keadaan kelam ini cepat berlalu, agar kamu dan kita, bertemu kembali di Yogyakarta. Jangan pernah khawatir, senja di Bukit Paralayang masih selalu indah, Parangtritis tidak akan kehabisan deburan ombak, dan Jogja akan selalu menunggumu pulang. [AF/YT]


Sumber artikel:

(a) https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4949692/sapa-aruh-sultan-hb-x-soal-corona-yogya-belum-lockdown-tapi-calm-down.

(b) https://www.liputan6.com/regional/read/4208565/sayur-tolak-bala-jogja-bisa-usir-corona-covid-19.

(c) https://suaramerdekasolo.com/2020/03/20/breaking-news-gubernur-diy-tetapkan-yogyakarta-tanggap-darurat-bencana-virus-corona/.

(d) https://www.voaindonesia.com/a/corona-hantam-sektor-pariwisata-yogyakarta-dan-bali/5339964.html.