Makna Suatu Kesulitan

Allah tidak akan membukakan jalan bagi kita, apabila kita tidak melangkah. Allah tidak akan menolong kita, apabila kita tidak memerlukan pertolongan. Allah tidak akan menyingkirkan halangan-halangan yang di depan kita, apabila kita tidak mengalami kesulitan yang berarti. Tetapi tangan Tuhan akan diulurkan apabila kita benar-benar memerlukan pertolongan-Nya.

Banyak anak-anak Tuhan melupakan prinsip ini, setiap hari kuatir hal-hal yang akan datang. Mereka berharap agar Allah segera meratakan jalan-jalan yang ada di depan, tetapi Allah justru membukakan jalan mereka selangkah demi selangkah. Tanpa anda menyeberang melalui air terlebih dahulu, tidak mungkin Dia membuka jalan.

Pada saat bangsa Israel akan menyebrang sungai Yordan, Tuhan tidak memberi tahu kepada mereka apa yang akan terjadi, mereka hanya taat akan pimpinan dan perintah Tuhan. Selangkah-selangkah maju ke depan pada jalan yang belum pernah dilaluinya, sampai pada saat kaki para imam yang mengangkat tabut perjanjian meng-injakkan kakinya ke dalam air, baru sungai Yordan terbelah.

Banyak orang yang takut mengalami berbagai tantangan kehidupan sehingga iman tidak bertahan lama ditengah ujian. Kebaikan Tuhan yang begitu banyak seolah tidak mampu membukakan mata kita bahwa Allah menyerti dan melindungi mereka. Janji Allah yang sangat jelas, Firman Tuhan yang nyata seolah ditabur di tanah yang penuh dengan semak dan duri. Sudahkah hari ini kita meyakini bahwa di tengah tantangan ada Allah yang akan menolong kita dengan caranya? Sudahkan kita menyadarkan diri kita bahwa ditengah berbagai ancaman janganlah iman kita menjadi lemah?

Bahan Renungan: Yesaya 43:2

Sumber Renungan: REC (Reformed Exodus Community)